Monday, August 29, 2016

Dilema Mau KP

Kuliah di kampus swasta di kota kecil. Bukan berarti semuanya mudah, meski gak sesulit yang dibayangkan.

Beberapa hari yang lalu (August 23, 2016) baru saja terima KHS dan mengisi KRS. Sedih lihat KHS yang IPK-nya standar banget dan IP tiap semester yang naik turun. IP paling tinggi di semester lalu dapat 3.50, tapi sedih banget lihat KHS semester 3 yang cuman dapet 2.90.. Ngga tau gimana bisa, padahal temen-temen deket aku gak ada sampe serendah itu.

Bingung mau ngulang beberapa matkul yang bikin nilai jeblog sekarang apa ngga. Soalnya lagi ngga pingin mikir itu dulu, karena sekarang udah masuk Semester 7. Semester yang sebenernya paling aku takutin dari awal masuk kuliah.

Di semester 7 ini mata kuliahnya dikit banget, kalo dulu masuk kuliah bisa 4 hari dalam seminggu, mungkin bakalan cuman kurang dari 3 hari. Dari nama-nama matkul yang akan ditempuh sih ngga ngeri-ngeri amat, tapi ada satu matkul yang bikin nelen ludah rasa kecekik, KERJA PRAKTEK.

Dikampusku (jurusanku) gak ada KKN, tapi langsung KP.
Tempat untuk KP-nya nyari sendiri, cari partner sendiri, mutusin judul KP sama partner, selebihnya akan dibimbing sama dosen. Aku udah dapet partner buat KP, tapi belum mutusin mau KP dimana, yang jelas mungkin bakalan disekolahan gitu. Masih buntu banget..

Sekarang tanggal 27 bulan Agustus, jam 3.08 AM saat aku nulis kalimat ini. Ga bisa tidur, masih dengan masker diwajah lagi perbaiki kulit yang makin buruk karena kebanyakan main dan panas-panasan liburan, aku langsung bangun dan buka laptop. Bingung juga mau ngapain. Yang jelas, selalu pusing kalo keinget masalah KP. Mungkin temen-temen lain gak se-lebay aku ya..

Kerja Praktek nanti disuruh cari data disuatu instansi, menganalisa kebutuhan sistem informasinya lalu membuatkan suatu program aplikasi yang baru untuk membantu mempermudah dan meningkatkan kinerja pada instansi tersebut. Susah-susah gampang, kitapun gak sendiri...

Yang jelas aku khawatir sama nasib perkuliahanku.
Rasanya sampai sekarang aku belum bisa apa-apa, belum siap apa-apa. Tapi udah mau lulus aja...
Tuhan........Bersama mahasiswa semester akhir.
Tanggal 29 Agst s/d 03 Sept nanti sudah waktunya pendaftaran KP. Aku dan partner KP aku uda ada tempat tujuan sih, tapi belum didatengin juga karna pingin cari tempat yang lebih deket. Temen-temen yang lain juga gatau gimana, cuma beberapa aja yang ada kabar.

Banyak temen yang lain.......... Satu angkatan dengan ujian yang sama, aku harusnya gak perlu se-khawatir ini. Ya kan?
Pada dasarnya aku gak mau melakukan sesuatu dengan setengah-setengah. Aku pingin yang “Bagus” meski gak pernah melakukan sesuatu dengan sempurna. Tapi butuh “bekal dan persiapan serta kemampuan” untuk itu. Untungnya partner KP aku lumayan pinter orangnya, jadi aku sedikit lega.

Kenapa aku terlalu khawatir?
Pertama, karena selama 3 tahun kuliah ini aku nyantai banget. Nyantai banget nget nget, jauh dengan kisah masa depan yang aku impikan. Kebanyakan main dan terlalu masa bodo. Makanya kadang tuh suka sampe nangis sendiri gara-gara keinget ini.. Tuh kan, pada kalimat aja ini air mataku hampir jatuh :”(
Aku bukan takut sama KP-nya, aku takut pada diriku sendiri dan apa yang telah aku lewati. Aku takut kalau-kalau banyak hal penting yang aku lewatkan sampai akhirnya bakalan bilang, “Harusnya aku dulu ini, itu...” NOOO masih ada sedikit waktu buat memperbaikinya. Paling tidak di satu tahun terakhir ini. Aku yakin bakalan bisa ngejar ketertinggalanku selama kuliah. Pasti bakalan banyak banget ilmu dan hal baru yang akan aku dapat dan pelajari nanti. Semoga aku dan teman-temanku mampu menempuhnya. Aamiin, bissmillah...

Kedua, aku gak berharap hidup yang terlalu mudah. Karna yang sulit belum tentu serta-merta merupakan suatu cobaan, pun yang mudah bukan selalu anugerah, bisa jadi ia justru merupakan ujian. Aku hanya ingin bersiap untuknya. Meski sampai sekarang masih jauuuuh bekalku untuk menyambutnya. Insyaallah disemester ini aku bisa memperbaiki banyak hal dalam diriku, supaya my future will thank you for what i did. Karena waktu terus mengejar, tak pernah berjalan mundur. Untuk itu aku harus selalu selangkah lebih maju supaya tidak jatuh karena tergeser waktu.

Ketiga, sebelum lulus ada beberapa hal yang ingin aku selesaikan. Saat ini, banyak hal yang aku pikirkan. Mungkin bukan hal yang sangat penting sampai harus dipusingin, tapi ini penting juga. Supaya aku bisa lebih tenang, lebih fokus dan lebih semangat apa adanya seperti dulu.

Terakhir, setiap manusia memiliki tugas dan perannya masing-masing. Setiap manusia selalu punya lebih dari satu. Peran dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa/pelajar, sebagai anak/orangtua, sebagai kakak/adik, dan...... sebagai seorang teman.
Kita pasti terheran jika kadang harus berperan di lebih dari satu situasi diwaktu yang bersamaan. Maka, kuatlah dalam menghadapi bilik-bilik kehidupan.
Waktu ‘kan terus bergerak maju, tak peduli seberapa air mata tumpah, dibeli dengan apapun, memohon sedalam apapun, ia tak akan menoleh kebelakang. Di poin tekahir ini aku cuma bisa berharap dapat melalui semuanya dengan baik, menjadi pribadi yang lebih baik.
Goalnya adalah, ketika aku bisa melalui semua yang ada dihadapanku, lalu bersiap untuk satu hal yang lebih besar. Dalam hidup akan terus begitu, melalui satu target dan bersiap untuk target selanjutnya. Aku yakin Allah tidak akan membiarkanku sendirian menghadapinya, jika orang lain punya Tuhan, akupun begitu. Tak perlu khawatir, DIA selalu adil dan paling tau yang terbaik... Dia yang sudah memberiku kehidupan hingga dapat merasakan dan bertemu banyak hal didunia ini, Dia juga yang akan membimbingku melalui semuanya.. Semua.... Semuanya yang ada dihadapanku, tak terkecuali....

Dan pada akhirnya, aku harus pasang strategi untuk hidupku selanjutnya. Bersiap untuk hal yang lebih besar dari sekedar masalah kampus dan yang lain. Bersiap bertemu masa depan... Fokus untuk itu dulu, baru yang lain.

God bless us.
Comments
0 Comments

No comments

Post a Comment

© ikanurfallah ♔
Maira Gall