Kuliah di kampus swasta di kota kecil. Bukan berarti semuanya
mudah, meski gak sesulit yang dibayangkan.
Beberapa hari yang lalu (August 23, 2016) baru saja terima KHS dan
mengisi KRS. Sedih lihat KHS yang IPK-nya standar banget dan IP tiap semester
yang naik turun. IP paling tinggi di semester lalu dapat 3.50, tapi sedih
banget lihat KHS semester 3 yang cuman dapet 2.90.. Ngga tau gimana bisa,
padahal temen-temen deket aku gak ada sampe serendah itu.
Bingung mau ngulang beberapa matkul yang bikin nilai jeblog
sekarang apa ngga. Soalnya lagi ngga pingin mikir itu dulu, karena sekarang
udah masuk Semester 7. Semester yang sebenernya paling aku takutin dari awal
masuk kuliah.
Di semester 7 ini mata kuliahnya dikit banget, kalo dulu masuk
kuliah bisa 4 hari dalam seminggu, mungkin bakalan cuman kurang dari 3
hari. Dari nama-nama matkul yang akan ditempuh sih ngga ngeri-ngeri amat, tapi
ada satu matkul yang bikin nelen ludah rasa kecekik, KERJA PRAKTEK.
Dikampusku (jurusanku) gak ada KKN, tapi langsung KP.
Tempat untuk KP-nya nyari sendiri, cari partner sendiri, mutusin
judul KP sama partner, selebihnya akan dibimbing sama dosen. Aku udah dapet
partner buat KP, tapi belum mutusin mau KP dimana, yang jelas mungkin bakalan
disekolahan gitu. Masih buntu banget..
Sekarang tanggal 27 bulan Agustus, jam 3.08 AM saat aku nulis
kalimat ini. Ga bisa tidur, masih dengan masker diwajah lagi perbaiki kulit
yang makin buruk karena kebanyakan main dan panas-panasan liburan, aku langsung
bangun dan buka laptop. Bingung juga mau ngapain. Yang jelas, selalu pusing
kalo keinget masalah KP. Mungkin temen-temen lain gak se-lebay aku ya..
Kerja Praktek nanti disuruh cari data disuatu instansi, menganalisa
kebutuhan sistem informasinya lalu membuatkan suatu program aplikasi yang baru
untuk membantu mempermudah dan meningkatkan kinerja pada instansi tersebut.
Susah-susah gampang, kitapun gak sendiri...
Yang jelas aku khawatir sama nasib perkuliahanku.
Rasanya sampai sekarang aku belum bisa apa-apa, belum siap apa-apa.
Tapi udah mau lulus aja...
Tuhan........Bersama mahasiswa semester akhir.
Tanggal 29 Agst s/d 03 Sept nanti sudah waktunya pendaftaran KP. Aku
dan partner KP aku uda ada tempat tujuan sih, tapi belum didatengin juga karna
pingin cari tempat yang lebih deket. Temen-temen yang lain juga gatau gimana,
cuma beberapa aja yang ada kabar.
Banyak temen yang lain.......... Satu angkatan dengan ujian yang
sama, aku harusnya gak perlu se-khawatir ini. Ya kan?
Pada dasarnya aku gak mau melakukan sesuatu dengan setengah-setengah.
Aku pingin yang “Bagus” meski gak pernah melakukan sesuatu dengan sempurna. Tapi
butuh “bekal dan persiapan serta kemampuan” untuk itu. Untungnya partner KP aku
lumayan pinter orangnya, jadi aku sedikit lega.
Kenapa aku terlalu khawatir?
Pertama, karena selama
3 tahun kuliah ini aku nyantai banget. Nyantai banget nget nget, jauh dengan
kisah masa depan yang aku impikan. Kebanyakan main dan terlalu masa bodo. Makanya
kadang tuh suka sampe nangis sendiri gara-gara keinget ini.. Tuh kan, pada
kalimat aja ini air mataku hampir jatuh :”(
Aku bukan takut sama KP-nya, aku takut pada diriku sendiri dan apa
yang telah aku lewati. Aku takut kalau-kalau banyak hal penting yang aku
lewatkan sampai akhirnya bakalan bilang, “Harusnya aku dulu ini, itu...”
NOOO masih ada sedikit waktu buat memperbaikinya. Paling tidak di satu tahun
terakhir ini. Aku yakin bakalan bisa ngejar ketertinggalanku selama kuliah.
Pasti bakalan banyak banget ilmu dan hal baru yang akan aku dapat dan pelajari
nanti. Semoga aku dan teman-temanku mampu menempuhnya. Aamiin, bissmillah...
Kedua, aku gak
berharap hidup yang terlalu mudah. Karna yang sulit belum tentu serta-merta
merupakan suatu cobaan, pun yang mudah bukan selalu anugerah, bisa jadi ia
justru merupakan ujian. Aku hanya ingin bersiap untuknya. Meski sampai sekarang
masih jauuuuh bekalku untuk menyambutnya. Insyaallah disemester ini aku bisa
memperbaiki banyak hal dalam diriku, supaya my future will thank you for
what i did. Karena waktu terus mengejar, tak pernah berjalan mundur. Untuk
itu aku harus selalu selangkah lebih maju supaya tidak jatuh karena tergeser
waktu.
Ketiga, sebelum lulus
ada beberapa hal yang ingin aku selesaikan. Saat ini, banyak hal yang aku
pikirkan. Mungkin bukan hal yang sangat penting sampai harus dipusingin, tapi
ini penting juga. Supaya aku bisa lebih tenang, lebih fokus dan lebih semangat
apa adanya seperti dulu.
Terakhir, setiap
manusia memiliki tugas dan perannya masing-masing. Setiap manusia selalu punya
lebih dari satu. Peran dan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa/pelajar, sebagai
anak/orangtua, sebagai kakak/adik, dan...... sebagai seorang teman.
Kita pasti terheran jika kadang harus berperan di lebih dari satu
situasi diwaktu yang bersamaan. Maka, kuatlah dalam menghadapi bilik-bilik kehidupan.
Waktu ‘kan terus bergerak maju, tak peduli seberapa air mata
tumpah, dibeli dengan apapun, memohon sedalam apapun, ia tak akan menoleh
kebelakang. Di poin tekahir ini aku cuma bisa berharap dapat melalui semuanya
dengan baik, menjadi pribadi yang lebih baik.
Goalnya adalah, ketika aku bisa melalui semua yang ada dihadapanku,
lalu bersiap untuk satu hal yang lebih besar. Dalam hidup akan terus begitu,
melalui satu target dan bersiap untuk target selanjutnya. Aku yakin Allah tidak
akan membiarkanku sendirian menghadapinya, jika orang lain punya Tuhan, akupun
begitu. Tak perlu khawatir, DIA selalu adil dan paling tau yang terbaik... Dia
yang sudah memberiku kehidupan hingga dapat merasakan dan bertemu banyak hal
didunia ini, Dia juga yang akan membimbingku melalui semuanya.. Semua.... Semuanya
yang ada dihadapanku, tak terkecuali....
Dan pada akhirnya, aku harus pasang strategi untuk hidupku
selanjutnya. Bersiap untuk hal yang lebih besar dari sekedar masalah kampus dan
yang lain. Bersiap bertemu masa depan... Fokus untuk itu dulu, baru yang lain.
God bless us.
No comments
Post a Comment