"Sebenarnya apa sih yang dicari dalam hidup?"
Malam kemarin saya mengobrol banyak dengan seorang sahabat lama,
membicarakan hidup, membicarakan waktu, membicarakan kehidupan. Bermula
dari pertanyaan, "Kamu gimana sekarang sama kerjaannya?", lalu
mengalir deras berbagai cerita dan pertanyaan-pertanyaan absurd yang
memang sebenernya tak harus dipertanyakan. Hingga akhirnya, pertanyaan
itu mencuat lagi.
Dari dulu saya selalu merenungkannya dengan berbagai pikiran di kepala
saya, mencari jawabannya, tapi tak pernah merasa puas. Banyak orang akan
menjawab, yang mereka cari adalah kebahagiaan, ketenangan hidup, serta
Ridha Allah SWT.
Lalu apa definisi dari kebahagiaan?
Punya harta yang melimpah, punya mobil dan rumah mewah, menikah segera
dan dianugerahi keturunan, punya pekerjaan hebat di perusahaan besar
dengan gaji dua digit? Apa kah semua itu yang banyak orang cari ketika
usianya masih produktif?
Pernah suatu saat, ketika saya pulang dari kantor di pagi buta, mendapati diri melamun sendirian di kost, lalu bertanya: "Ngapain
saya di sini? Harus ya mencari penghidupan sampai pindah ke kota orang,
sendirian jauh dari orang tua? Pulang di pagi buta?"
Hmm, rasanya ada yang salah. Rasanya ngga perlu sampai begini.
Kedua orang tua saya masing-masing bekerja sudah hampir tiga puluh tahunan, lalu pernah saya tanya kepada mereka, "Mah, Pah, ngga bosen apa jadi pegawai sampai selama itu?"
Lalu mereka hanya tersenyum dan menjawab dengan enteng,
"Ya dinikmatin aja, kerja itu harus ikhlas biar ngga berat. Lagian
ini demi teteh juga, kalo ngga gitu, mana bisa nyekolahin kalian jadi
sarjana kayak sekarang, kalo bisa malah lebih." DEG!
Kebahagiaan itu relatif, tiap orang punya standar kebahagiaannya
sendiri. Untuk mereka mungkin definisi kebahagiaan adalah, punya anak
yang bisa membanggakan dan bikin tenang mereka. "Punya anak-anak kayak kalian aja udah kebahagiaan terbesar buat mama.", "Tau teteh sehat di sana aja, mamah udah tenang dan bersyukur."
Betapa bahagia itu sederhana.
Kuncinya cuma mensyukuri yang dimiliki, mensyukuri kehidupan yang
diberikan saat ini. Kalo ngga kayak gitu ya ngga akan pernah puas, pasti
terus mencari-cari sesuatu yang ngga ada, sesuatu yang belum dimiliki.
Hal yang banyak dicari kedua adalah ketenangan hidup. Ketenangan macam apa?
Akhir-akhir ini banyak banget orang mengumbar kegalauannya,
kegamangannya akan hidupnya. Yang belum selesai kuliah, galau gara-gara
TA-nya; yang baru lulus kuliah, galau takut ngga dapetin kerjaan yang
bagus; orang yang udah kerja, galau pengen nyari perusahaan lain yang
menjanjikan gaji yang lebih besar; yang masih single, galau pengen
buru-buru nikah; yang udah nikah, galau takut ngga bisa punya anak; yang
udah punya anak, galau gimana ngebesarin dan nyekolahin anak di tengah
kondisi biaya hidup yang semakin tinggi; yang punya banyak harta, takut
hartanya tiba-tiba hilang atau dirampok orang jahat; yang ngga punya
uang, takut ngga bisa makan dan ngga bisa beli apa-apa.
Terus aja galau, terus aja takut, terus aja cemas. Selalu dihantui oleh
rasa ketakutan, terus kapan bisa tenangnya? Kapan bisa bahagia dan
menikmati hidupnya?Tiba-tiba sakit jantung, lalu mati gimana?
“Ingatlah, hanya dengan dzikir mengingat Allah lah hati akan tenteram.” (QS Ar Ra’d: 28).
Ketenangan itu memang hanya datang dari Allah. Mau nyari pelarian kemana pun kamu ngga akan pernah ngerasa benar-benar tenang. Dulu, saya sering banget lari dari masalah dengan kabur ke tempat-tempat sepi, mengasingkan diri, tapi yang didapat cuma ketenangan sesaat, setelah itu kecemasan-demi-kecemasan muncul lagi. Mengumbar kegamangan dan kegundahan sama orang lain juga ngga akan membuahkan apa-apa, seringnya malah jadi tambah galau. Jadi mending cerita sama Tuhan aja, minta ketenangan, minta dicariin jalan yang terbaik :)
Hal yang dicari ketiga adalah Ridha Allah SWT. Pasti.
Ridha itu artinya senang. Segala hal yang kita lakuin selama ini apakah disenangi sama Allah atau engga? Nah, kalo udah gini ujung-ujungnya harus kembali ke syariat agama. Segala yang diperintahkan-Nya, silakan dijalankan dengan sebaik-baiknya, tetapi hal-hal yang salah dan dilarang-Nya, sudah pasti harus dijauhi.
.. ah, daripada tulisan ini semakin panjang dan saya semakin sotoy, mari berusaha menjadi orang baik dulu biar Allah seneng, lalu akhirnya dikasih kebahagiaan dan ketenangan hidup.
Source : http://melartholic.blogspot.com/2012/11/apa-yang-kamu-cari-dalam-hidup-ini.html
No comments
Post a Comment